Start at the beginning, go to the end, then stop. That’s how I write. I write quickly. I don’t try to show how intelligent or how cultivated I am, I just try to share my soul. Sharing is part of life. - Lewis Carroll
Showing posts with label Quotes. Show all posts
Showing posts with label Quotes. Show all posts

Monday, November 23, 2015

Ego VS Kasih



Mengerti dan memahami pikiran sendiri saja sudah sulit, apalagi menyatukan dua pikiran yang sangat berbeda.
Konflik bukan sesuatu hal yang asing lagi. Adu argument juga bukan hal yang jarang terjadi.
Justru dimaklumkan bila sering tidak sepaham.
Memang salah bila asumsi terus dipakai untuk menyimpulkan sesuatu.
Tapi logika ini tidak bisa disembunyikan darinya.
Ego, apakah itu penyebab utamanya?
Ketika harapan tidak sejalan dengan kenyataan.
Dan ekpektasi yang jadi disalahkan.
Lalu bagaimana ini akan berakhir?
Siapa yang pantas disalahkan dan menyalahkan?
Teringat kata-kata seorang Guru Besar, “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri, dan tidak sombong. Kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain.”
Bukan eranya lagi untuk saling menghakimi dan menyudutkan.
Bukan masanya lagi untuk memegahkan prinsip pribadi.
Bagaimanapun apa yang telah dipertemukan oleh Jiwa Dunia tidak bisa dipisahkan hanya karena ego.
Ego yang seharusnya dikalahkan dengan kasih.

Monday, February 16, 2015

Hanya Sebatas Kata-kata

Jalan manusia itu berliku
Ada beberapa yang lurus
Tapi mereka sudah hilang rasa
Jatuh bangun itu hal biasa
Justru karena itulah kita tetap ada
Manusia sering menerka nerka hidup mereka
Tanpa mengerti untuk apa aku ada
Frustasi, pada akhirnya manusia hanya bisa mengasihi diri sendiri
Kekuatiran, menggerogoti iman perlahan
Iman mati karena kehabisan jiwa untuk tetap hidup dalam hati manusia
Kalau sudah begitu apa masih ada harapan?
Selama benih masih bertunas, disana ada masih ada masa depan

Wednesday, May 21, 2014

20 Sec Reading: Bagaimana Caramu Percaya?

Percaya. Satu kata yang mudah diucapkan bibir tapi sulit dikatakan hati.
Membangun sebuah kepercayaan pada sesuatu atau seseorang perlu waktu dan proses panjang. Meskipun beberapa mengatakan "Aku percaya" secara lugas tapi pasti masih ada sedikit keraguan menyelimuti hatinya.

Malam itu terjadi diskusi tentang bagaimana kamu bisa percaya, dalam kasus ini percaya tentang hal-hal supranatural yang diceritakan beberapa orang.

Pada dasarnya manusia ga terlalu percaya apa yang diucap lidah orang lain.
Sebagai manusia pasti ada rasa ego, persepsi, atau motivasi yang melatar belakangi ucapan dan tindakannya.

Jadi seperti apa kita harus percaya sesuatu? Harus dengan melihat dulukah?

Ga juga. Ada beberapa ucapan, ide, paham ataupun values harus diuji dulu. Kalau logis, ada unsur kebenaran dan bisa dipertanggungjawabkan, barulah kita bisa anggap itu layak untuk dipercaya.

Kalau gitu kita harus mengalami suatu kejadian dulu?

Ga juga, ga semua hal harus kita alami dulu baru percaya, dan ada hal yang memang ga bisa kita terima seluruhnya secara langsung.

Apa yang ga bisa kita terima sepenuhnya?

Manusia ga boleh meragukan keeksistensian Tuhan, hanya manifestasi yang dibuat manusia yang ga boleh kita terima sepenuhnya. Yaa yang baik dan benar kita terima. Tapi kalau menyangkut hal yang diluar logika, lebih baik kita komunikasikan langsung sama Tuhan. Intinya apa yang seseorang alami ketika bersama Tuhan, ga bisa sepenuhnya kita percaya, sekalipun dia seorang nabi, pendoa atau pemuka agama hebat. Karena secara ga sadar kadang sisi ego manusia itu muncul dan kita ga pernah tau apakah itu sesuai dengan kebenarannya atau memang ada unsur hiperbola.

Yup, memang setiap orang punya pengalaman berbeda untuk berjumpa dan dialog dengan Tuhan. Kadang juga memang terdengar berlebih, tapi begitulah cerita pengalaman mereka. Entah cara penyampaiannya yang dilebihkan atau tidak itu biar jadi urusan pribadi dia dengan Tuhan.Yang pasti, kita harus percaya Dia bisa berkomunikasi lewat cara apapun, bahkan sesuatu diluar pikiran kita.
Firman, itulah cara komunikasi Dia yang paling teruji.


Bagaimanapun caramu mempercayai sesuatu biarlah menjadi caramu sendiri. Dan bagaimanapun belajar percaya itu tidak mudah, apalagi dipercayai orang lain.Yang terpenting adalah bagaimana kamu bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Butuh tanggung jawab dan integritas. Jangan lupa selalu mintalah Dia membuat kita menjadi dapat diandalkan.

Monday, April 14, 2014

Let's Talk About The Future

Sunday, 13th April 2014
04.20 pm
There’s a little conversation between two girl which growing up together.


Do you have a dream?
Yes, I have exactly.

Are you going to make it happen?
I always try.

Even if sometime some people act as if they not permit you?
That will always be someone who forbidden us to not complete ours.
But it depends on us to follow what their assume or our heart to move on.

Have you ever fall to a situation when you see a way to make your dream come true, but still you do not have a courage to take it. Sometimes reality betray us. What will you do?
There’s not a perfect time yet maybe. Just ask your heart and make yourself sure about the time. And when you think the time is right, you will ready for it.
Do not ever let it go. Once the time is come, it will never be back again.

Tuesday, January 28, 2014

Aku Bisa Mengubah Takdirku, tapi Bukan Nasibku



Menulis adalah suatu cara berkomumikasi dan berbagi. Ketika aku menulis, aku seperti menumpahkan air yang tersimpan di dalam hati. Meluap dan mengalir begitu saja mengikuti aliran kemana air itu akan keluar. Sama halnya saat aku menulis artikel ini, aku pun meluapkan apa yang tersembunyi.

Aku tau kita tidak bisa mengubah nasib hidup kita. Itu adalah rahasia Tangan Pencipta. Tapi aku sangat setuju dan mempercayai kalimat yang pernah diungkapkan penulis internasional best seller, Paulo Coelho. Dalam wawancaranya di Guardian, beliau berkata:
"Aku bisa mengubah takdirku tapi bukan nasibku."
Ya takdir dapat kita ubah tapi tergantung apakah kita mau dan berusaha mengubahnya. Belakangan ini aku baru saja mengetahui kebenaran tentang seseorang yang bisa dibilang aku mempercayainya. Tapi ketika secara tidak sengaja aku tau kebenaran yang sebenarnya, rasanya seperti teriris.

Aku akui respon pertamaku adalah marah, dan sepertinya aku sempat mengumpat juga #lol. Aku masih belum bisa menerima kebohongannya. Tidak mudah memang mengampuni dan melupakan begitu saja kepalsuan yang sudah seseorang perbuat padamu. Kalau perlu habisi saja dia supaya terbalaskan sakit hati yang disebabkannya.

Lama aku terus menyimpan kemarahan itu. Rasanya seperti ada bola api yang siap meledak kapan saja. Tapi apa yang terjadi kemudian? Inilah inti yang ingin aku utarakan.

Saat aku menyadari bahwa kemarahan, kekecewaan, sakit hati dan pengkhianatan itu terus aku pelihara dalam hati, semakin aku sakit. Hati menjadi semakin pahit bila aku terus menerus beri ruang untuk semua hal negatif itu tumbuh. Tubuh, jiwa dan rohku pun mati rasa.Aku tidak bisa lagi mengucap syukur, semua yang terjadi rasanya pahit.

Lagi-lagi berespon benar adalah kunci untuk bebas dari rasa murka dan pulih dari kekecewaan. Saat aku mulai berespon benar terjadi perubahan positif. Hati dapat optimis kembali melihat masa depan yang sudah Tuhan gariskan, nasib.

Tepat sekali, berespon benar membuat kita dapat mengubah takdir. Sesuatu yang kita sangka awalnya sangat buruk dapat kita ubah akhir ceritanya dengan akhiran yang membahagiakan. Dan saat kita berhasil mengendalikan segala sesuatu yang buruk itu artinya kita telah menang untuk mengubah takdir.
Dalam hidup ini ada 2 hal: kekal dan sementara. Apa itu yang kekal? Yang tidak dapat kita ubah, itulah yang kekal. Apa itu yang sementara? Yang dapat kita ubah, itulah yang sementara. Ubahlah apa yang bisa kita ubah, dan terimalah apa yang tidak bisa kita ubah.

Selamat berjuang mengubah takdirmu sahabat! Pilihan kamu sendiri yang tentukan!

Wednesday, January 8, 2014

Ketika Sebuah Integritas Dipertanyakan!



Ada suatu pepatah mengatakan; “Kedewasaan bukan diukur dari usia seseorang tapi dari integritas dan penerimaan akan tanggung jawabnya.”

Lalu bagaimana bila seseorang yang dikatakan sudah berusia dewasa, yang seharusnya berkarakter matang, tapi integritas dan kekonsistenannya nihil? Bukankah dia sama saja dengan seorang anak kecil? Bahkan faktanya jaman sekarang sudah banyak anak kecil yang mengerti tanggung jawabnya.

Integritas itu bicara tentang apa yang ada di dalam hati kita sama dengan perkataan dan tindakan kita. Tapi akan berbeda ketika kita menghadapi seseorang yang tidak dewasa, tidak ada kekonsistenan. Selalu berubah dan tidak pernah pasti apa yang dikatakan dengan tindakannya.

Bagaimana dengan seseorang yang berusia dewasa, berpendidikan tinggi, dan bermartabat luar biasa tapi pandai sekali menyimpan kebohongan dan menampilkan kepalsuan?

Terbukti sudah, apa yang tampak dari luar belum tentu sama dengan aslinya. Maksudnya bisa saja seseorang pembawaannya terlihat dewasa tapi kenyataannya minim karakter.

Oleh sebab itu kita harus terus belajar untuk berespon benar dan mau untuk diajar dalam kebenaran. Supaya kita bisa menjadi seorang yang dewasa secara usia dan memiliki integritas. Karena banyak sekali orang yang mengaku dewasa tapi tidak dibarengi dengan kualitas karakter.

Dan untuk orang-orang yang mengaku dewasa tapi tidak berintegritas, satu kalimat yang bisa dikatakan, I’M SORRY GOOD BYE :)

Thursday, August 1, 2013

Kamu lebih besar dari kecoa itu, berani dan hadapilah!



Kecoa, salah satu jenis serangga yang paling dibenci manusia karena rupanya yang 'jelek', bau dan sering mengganggu. Apalagi saat dia tiba-tiba datang dalam kesunyian dengan kepakan sayap coklatnya dan hinggap mengenai anggota tubuh kita. Membayangkannya saja sudah membuatku geli.

Ya, aku pun salah satu dari mereka yang phobia terhadap mahkluk kecil itu. Bagaimana tidak, mereka sering mengunjungiku di malam hari dan terus berterbangan di setiap sudut kamar. Melihatnya muncul saja membuat aku merinding. Saking phobianya, setiap kali aku mendengar bunyi-bunyian kecil atau kepakan sayap serangga, aku langsung bangun dan mempersenjatai diri, dengan apapun. Kadang phobia itu membuatku tidak nyaman dan terus dibayangi ketakutan.

Suatu sore ketika aku hendak merapikan lemari buku di rumah, aku dikejutkan dengan kedatangan si kecoa itu. Entah darimana dia bersembunyi tiba-tiba dia terbang ke arahku. Sontak aku berteriak kencang. Tak lama mama datang dan melihat apa yang terjadi. Rupanya si kecoa itu betah berada di punggungku. Mama berusaha menjatuhkannya, benar saja dia jatuh tapi langsung merayap ke kakiku. Teriakan geli kedua kembali terdengar.

Kali ini mama tidak membantuku, dia malah berkata:

"Hei, kamu lebih besar dari kecoa itu. Kalau kamu terus menerus menghindar dan takut, selamanya dia akan mengganggumu. Berani dan hadapilah!"


Well, benar juga apa yang mama katakan. Memang aku lebih besar dari kecoa itu, lalu apa yang aku takutkan? Bobot tubuhku lebih besar dari si kecoa. Aku pun punya kekuatan penuh untuk membunuhnya dengan kedua tanganku, tapi mengapa aku malah membiarkan si kecoa itu terus menakutiku. Jadi siapa yang bodoh selama ini?

Oke dengan segenap kekuatan aku beranikan diri untuk menatap si kecoa dan memukulnya. Seketika si kecoa terkapar tak berdaya. Dan masalah pun selesai. Sesederhana itu rupanya.

Terkadang kita terjebak dalam sebuah pemikiran yang rumit. Kita membiarkan diri kita terus ditakuti oleh sesuatu yang sebenarnya adalah imajinasi kita saja. Phobia memang tidak diinginkan kehadirannya, tapi tahukah sebenarnya diri kita sendirilah yang menaruh hidup kita ke dalam phobia tersebut.

Pikiran yang membawa kita terkunci dalam kepahitan akan sesuatu yang pernah terjadi; masa lalu. Setiap manusia memiliki masa lalu, dan kebanyakan sesuatu yang menyakitkan.  Tapi membiarkan diri kita hidup dalam phobia masa lalu sangatlah tidak bijaksana. Seperti ketika aku terus membiarkan rasa takut akan kecoa dalam benakku, selamanya aku akan terus takut dan kalah dengan mahkluk kecil itu.

Berdamai dengan pikiran, itu pintu gerbang untuk lepas dari ketakutan akan masa lalu. Selanjutnya berdamai dengan kejadian menyakitkan itu, melepaskan pengampunan - bila diperlukan. Ketiga, berdamai dengan diri sendiri. Tidak ada sesuatu yang tidak ada jalan keluarnya, tidak ada yang tidak bisa diperbaiki.
Terakhir, berani dan hadapilah!

“Manusia terlalu berharga untuk terjebak dalam mesin waktunya sendiri.”
(Mitch Albom dalam The Time Keeper)

Wednesday, January 9, 2013

Live life like a Candy, always sweet till The End





Tulisan kali ini terinspirasi dari sebuah lollipop yang diberikan seorang teman. Permen atau gulali atau gula-gula, atau ya apapun kita menyebutnya adalah suatu cemilan yang sangat enak, mampu memberi kesenangan bagi yang memakannya. Sama halnya seperti coklat, permen juga bisa membangkitkan emosi, yaitu rasa bahagia dalam diri kita. Semakin lama kita memakan atau menghisapnya semakin kita menikmati setiap rasa yang dihasilkan. Tapi bila terlalu banyak memakan si manis ini bisa bikin sakit gigi. Dan terlalu lama menghisapnya lama-lama bikin mual juga.

Belajar dari si permen, hiduplah seperti permen yang selalu manis sampai akhir. Bayangkan keindahan hidup bila kita selalu merasakan manis seperti permen itu. Kita akan selalu merasa sukacita dan bersemangat menjalani keseharian. Dan kita akan selalu punya kekuatan baru mengahadapi setiap tantangan.

Nikmati setiap hisapan saat kita mengulum permen, jangan terburu-buru menggigitnya supaya rasa manis itu bertahan lama.
Nikmati setiap proses kehidupan, jangan terburu-buru untuk cepat mengakhirinya, supaya kita juga semakin mengerti manisnya buah dari proses itu.

Terlalu banyak menghisap dan mengulum permen bisa bikin sakit gigi dan semakin lama menghisapnya membuat kita mual dan muak.
Terlalu merasa bahagia lama-lama bisa jenuh juga dan membuat kita berada dalam zona nyaman, sehingga kita malas untuk berjuang dalam kehidupan.

Jalanilah kehidupan ini dengan rasa manis setiap hari, karena itu membangunkan kekuatan dan pengharapan kita. Tapi “manisnya hidup kita yang tentukan” sendiri.


Live life like a Candy, always sweet till the end (ENG Version)

This article inspired by a lollipop given by a friend. Candy or cotton candy or whatever we call it is a very tasty snack, capable of giving pleasure to those who eat it. Just like chocolate, candy also can evoke emotion, that feeling of happiness within ourselves. The longer we eat or inhale the more we enjoy every flavor produced. But when too much eating can make the sweet tooth pain. Too long suck it we can getting nauseated.

Learning from the candy, live life like a candy which always sweet till the end. Imagine the beauty of life if we always taste as sweet as candy. We will always feel the joy and eager to undergo our daily life. And we will always have new powers to confront challenges.

Enjoy every moment we are sucking candy, do not rush to make a sweet taste that bit it last.
Enjoy every process of life, do not rush to a quick end, so we are also increasingly understand the sweetness of the fruit by the process.

Too much sucking on candy can caused a toothache and the longer suck it makes us nauseous and sick.
Too happy too long can be saturated as well and made ​​us to be in a comfort zone, so we are reluctant to fight in life.

Live the sweet life every day, because it woke us strength and hope. But "the sweetness of our lives that define" by ourselves.

Sunday, January 6, 2013

Masalahkah Bila Aku dan Kamu Berbeda?



Ironis bila menyaksikan di tengah masyarakat masih terjadi kesalah pahaman dan pertikaian antara 2 atau lebih suku, ras, dan agama. Sangat disayangkan bila hal itu terus terjadi hanya karena pemikiran dan idealime di masyarakat yang masih konservatif.  Lebih dari 60 tahun Indonesia merdeka tapi pola pikir masyarakat masih primitive bila menyangkut masalah perbedaan SARA. Perbedaan itu menjadi sesuatu yang sangat sakral dan sensitive di kehidupan bermasyarakat. Perhatikan saja alasan-alasan yang kerap kali muncul dan mengakibatkan pertikaian dikarenakan hanya masalah sepele. Padahal sewaktu nenek moyang kita memperjuangkan kemerdekaan, semua rakyat Indonesia terlepas dari suku, ras, agama bahkan keturunan dan pendatang pun bersatu. Lalu mengapa hal itu tidak berlanjut dalam kehidupan yang seharusnya semakin dewasa ini?

Kita sering menggelorakan kesatuan dan persatuan, dengan mengingat kembali semboyan negara kita "Bhineka Tunggal Ika", tapi tetap saja dibawah alam sadar kita menciptakan pengkotakan. Tanpa disadari dalam pergaulan sehari-hari pun kita cenderung memilih siapa yang akan menjadi teman kita, dan fokus kita tentu saja akan memilih teman dengan latar belakang suku atau klan yang sama terlebih dahulu. Bukan hanya dalam pergaulan, di dunia kerja, bisnis, pendidikan, kesehatan, bahkan pemilihan pasangan hidup pun kita cenderung melakukan diskriminasi tersebut dengan alasan "memilih yang latar belakangnya sama akan lebih terpercaya". Padahal teori itu belum tentu benar.

Kita tidak bisa memilih dari keluarga mana kita terlahir, bergender pria atau wanita, siapa orang tua kita, itu adalah bagian dari rahasia Langit. Percaya saja bahwa Tangan Pencipta membentuk kita dengan sempurna dalam perbedaan untuk satu tujuan; harmonisasi. Jadi bila kita ini sama-sama tercipta dari debu dan tanah yang sama, dibentuk khusus dari Tangan yang sama pula, mengapa harus meributkan tentang perbedaan-perbedaan itu?

Bayangkan sebuah tubuh, terdiri dari banyak bagian anggota. Setiap anggota tubuh memang berbeda bentuk dan fungsi, tapi sama-sama membentuk suatu kesatuan. Tidak bisa salah satu anggota tubuh berjalan sendiri dan menganggap dirinya lebih penting dari anggota lain. Justru karena perbedaan itu mereka saling melengkapi dan memberi arti bagi tubuh.

Ini waktunya reformasi bagi pemikiran dan idealisme kuno yang kita miliki. Jusrtu pengkotakan itu akan menghancurkan kita secara perlahan. Ini waktunya kita memodernisasi prinsip. Jangan lagi mempermasalahkan "kita berbeda", tapi mari ciptakan harmonisasi itu. Dengan begitu dunia ini akan lebih indah bukan?


"Apa beda kau dan aku?
Bukankah kita sama-sama tercipta dari debu dan tanah?
Apa beda kau dan aku?
Bukankah kita sama-sama berasal dari hembusan nafas yang sama?
Apa beda kau dan aku?
Bukankah kita sama-sama terlahir di dunia karena suatu tujuan?
Apa beda kau dan aku?
Bukankah kita sama-sama manusia?
Yang membedakan kita hanya gender, latar belakang, bentuk wajah
Aku dan kamu sama, tercipta dari Tangan yang sama
Lalu mengapa kamu masih mempertanyakan dan meragukan diri kita masing-masing?
Kita tidak bisa memilih untuk terlahir seperti apa
Tangan itulah yang membentuk kita sedemikian rupa, menjadikan kita sama-sama sempurna
Jadi jangan terus mempermasalahkan kenapa aku dan kamu berbeda
Kita sama, dihadapan Dia kita adalah ciptaan Nya yang paling berharga
Hargai orang lain meskipun kita berbeda suku, ras, agama, budaya, kebiasaan, bahasa atau apapun
Karena Tuhan juga terlebih dulu mengasihi dan tidak pernah membeda-bedakan kita"


Damailah Indonesiaku, damailah negeriku. Ketahuilah aku dan kamu adalah sama, satu di dalam Dia, Tangan Sang Pencipta. :)


"Tidak ada orang yang lebih hebat daripada dia yang  menghargai diri sendiri sebagai ciptaan yang sempurna dan menghargai orang lain sebagai ciptaan yang sama sempurnanya dengan dirinya sendiri."

Tuesday, December 25, 2012

Talking With The Wind





"Heiiiiii cinta!"
Seseorang di ujung sana berteriak memanggil-manggil cinta. Rupanya dia sudah sangat lama mencarinya. Bahkan dia sudah terlalu lelah untuk memperbincangkan cinta. Menanti, itu yang dia lakukan hari-hari ini.

Dia berpikir bagaimana bisa orang-orang dengan begitu mudahnya mendapatkan cinta. Mereka bebas menentukan pilihan mereka, dan mereka juga bebas mengganti orang yang mereka cintai dengan sangat cepat. Heeem apakah itu cinta, gumamnya. Mungkin itu hanya emosi sesaat dan bukan cinta, tapi nafsu atau dalam bahasa para dewa Yunani itulah yang namanya Eros.

Seseorang diujung jalan itu terus berjalan menelusuri jalanan. Rupanya dia hanya ingin melihat-lihat. Dia berhenti pada satu tempat, duduk dan memandangi sekeliling. Belum pernah dia melakukannya, ini kali pertama baginya hanya duduk dan mengamati. Ternyata dia menikmati.

Angin berhembus pelan, membisikan padanya keindahan di suatu tempat lain. Tapi dia terlalu malas untuk kembali berjalan. Semakin lama Angin semakin kencang berusaha membujuknya. Dia tidak bergeming. Dia terlalu menikmati ini dan mulai terpejam.

Dalam lamunannya dia membayangkan sebuah kehidupan penuh dengan cinta. Dimana setiap orang saling mencintai dan menerima orang lain apa adanya. Tidak ada kepahitan, kekecewaan, dusta dan kepalsuan. Dia bermimpi tentang cinta yang telah lama dia nanti, yang mampu membuat hatinya terus berdegup kencang dan takjub. Dan membuatnya terperanga, inilah dia cinta itu.

Namun ketika dia sadar dari lamunannya, yang dia dapat hanya angan-angan belaka. Nyatanya dia belum pernah menemukan cinta yang seperti itu. Energinya sudah kembali pulih. Dia beranjak dari kursi dan mulai berjalan kembali mengikuti kata-kata Sang Angin.

Sang Angin tentu saja tahu kegelisahan hatinya. Dialah yang paling tahu segalanya. Bukan karena dia sok tahu, tapi dia memang mengetahui segalanya, bahkan yang tidak pernah terkatakan. Karena manusia kadang tidak bisa mengungkapkan segala hal kepada sesamanya. Akan selalu ada rahasia yang tidak pernah diketahui bahkan oleh sahabatnya sendiri. Lalu mereka memendam hal itu dan bertanya pada Angin, menceritakan kegelisahan hati mereka dan berharap Angin dapat membawa pergi jauh kegelisahan mereka. Oleh karena itu Sang Angin tahu segala hal dan menjadi sahabat manusia sejak berabad-abad tahun yang lalu.

Tentu saja Sang Angin tidak bisa memberikan manusia sebuah jawaban. Tugas Sang Angin hanyalah meyampaikan pesan manusia kepada Jiwa Dunia, Empunya alam semesta. Dan hanya kepada sebagian orang saja Angin berhasil menyampaikan kembali jawaban kepada  manusia itu. Karena Angin tidak pernah berkata-kata, tapi mampu memberikan hembusan harapan dan keyakinan, bahwa masih akan ada hari esok yang lebih baik. Itulah dia, Sang Angin.

Seseorang diujung jalan itu, yang tidak tahu hendak kemana, yang hanya mengikuti petunjuk Sang Angin, mulai mencoba untuk mengerti apa yang disampaikan Jiwa Dunia. Tapi masih amat sangat terasa samar. Dia terus mencoba memahami isi hati Jiwa Dunia. Tapi tak semudah yang dibayangkannya. Dia masih belum mengetahui kunci untuk bisa memahami hati  Jiwa Dunia. Dia mulai frustasi dengan setiap pemikirannya sendiri. Sang Angin tidak pernah mengintimidasinya, dia akan membantu manusia itu untuk mengerti sebuah rahasia tentang cinta dan kebahagiaan. Tapi Sang Angin kesulitan untuk memberikan manusia itu pengertian, karena ia tidak dapat berkata-kata. Ia hanya bisa memimpin dan mengarahkannya ke suatu tempat yang lebih baik. Namun keputusan dan pilihan manusia sendiri itulah yang menentukan takdirnya. Manusia tidak boleh menyalahkan Angin ketika ia gagal menemukan cinta.

Seseorang diujung jalan itu, yang masih terus berusaha memahami isi hati Jiwa Dunia, mulai melepaskan dirinya dan menyatu dengan Angin. Hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Membentangkan kedua tangannya dan membiarkan Angin menepis wajahnya, tubuhnya, jiwanya, kegelisahannya, dan semua kekuatirannya. Dia terus mencoba berkomunikasi dengan Angin dan berharap Angin dapat membawanya ke suatu tempat lain, yang jauh lebih indah. Karena dia telah lelah pada dunianya yang sekarang, dia lelah untuk terus berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Ya, sudah begitu lama dia menanti dan berhadapan dengan segala proses siklus kehidupan, tapi dia tidak mendapatkan apa-apa. Atau mungkin sebenarnya dia sudah mendapatkan sesuatu tapi tidak seperti yang diharapkannya. Meskipun begitu dia tetap tegar.

Perlahan dia mulai mengerti bahasa Sang Angin. Dan Sang Angin terus menuntunnya ke tempat lain. Mereka telah menyatu, dua pribadi yang sangat berbeda itu kini telah saling memahami. Sang Angin sangat mengerti hati manusia itu, dan membawa jeritan hatinya pergi. Ia mengisi hati manusia itu dengan kekuatan yang baru, dengan harapan dan masa depan yang baru pula. Sang Angin berpikir tidak pantas manusia itu terus berada dalam  masa lalunya, dia terlalu indah untuk terjebak pada mesin waktunya sendiri. Kini, Sang Angin membebaskan jiwa manusia itu, yang telah menjadi sahabatnya beberapa detik lalu.

Seseorang diujung jalan itu, yang sudah mengerti rahasia hati Jiwa Dunia lewat sahabatnya: Sang Angin, mulai merasakan jiwanya bebas pula. Semua kegelisahan dan kekuatirannya telah hilang. Dia merasakan sebuah kekuatan yang tidak dapat terkatakan, bahwa Jiwa Dunia akan terus bersamanya dan membantunya menemukan cinta. Memang belum semua pikiran dan bayangan akan kenangan masa lalu itu lenyap, tapi manusia itu akan tetap berjalan ke depan, mengikuti hembusan sahabatnya.

Seseorang diujung jalan itu, yang sudah mendapatkan jiwanya yang baru bersama dengan Jiwa Dunia, lewat Sang Angin, berjalan maju dengan anggun. Dia percaya selama matahari masih bersinar, selama itu pula masih akan ada harapan. Dan dia pun telah memiliki hati Jiwa Dunia dan Sang Angin, kedua sahabat baru yang akan terus bersama dia untuk menemukan cinta sejatinya.

Wednesday, December 12, 2012

Sekolah Kehidupan dalam Kereta



Lima tahun lebih aku menjadi roker mania alias rombongan kereta. Dari mulai masuk kuliah sampai sekarang aku bekerja di daerah Jakarta Pusat. Dari lima tahun itu juga aku dapet banyak pengalaman selama jadi roker (read: rombongan kereta). Aku pernah dicopet waktu pertama kali masuk kuliah, maklum tampang masih lugu dan polos jadi gampang diincer copet. Pernah ngalamin juga terlantar di stasiun berjam-jam karena ga ada kereta sama sekali alias mogok di tengah jalan. Pernah kejebak di tengah rel karena kereta yang aku naikin tiba-tiba mati mendadak. Pernah diturunin di daerah Cilebut dan harus jalan kaki malem-malem sampe ketemu angkot Bogor gara-gara listrik arus atas mati total. Sering ngejer kereta di stasiun Bogor karena telat dateng. Sering berdiri dari Bogor-Jakarta atau sebaliknya karena ga dapet duduk atau ngalah sama ibu hamil. Yaaah bisa dibilang udah akrablah sama yang namanya kereta. Bahkan udah hafal juga jadwal dateng sama berangkatnya, kaya masinis hehehehe.



Aku biasa naik CL AC dan pilih posisi di gerbong wanita, soalnya lebih aman ga ada copet, ga ada yang lirik-lirik kurang ajar, paling juga ngalah sama ibu-ibu yang udah tua atau ibu-ibu hamil sama yang bawa anak kecil. Di atas kereta itu juga terjadi banyak hal yang lucu, heboh, ngeselin, bikin keki, terharu, dll deh kaya nano-nano. Di dalem kereta juga banyak orang dengan karakter, wajah, postur tubuh, suara dan style yang unik. Dari yang cantik sampe biasa aja, dari yang glamour sampe sederhana banget, dari yang pake high heels sampe sendal swallow, dari yang tua sampe muda, pokonya beraneka ragam jenis deh. Dan banyak cerita unik yang terjadi.



Salah satunya waktu aku naik kereta ke arah Bogor mau pulang. Agak padet waktu itu soalnya hari Jumat jadi orang-orang yang ngekos pasti pulang ke rumahnya. Waktu masuk ke dalem kereta aku langsung ambil posisi yang masih kosong, aku berdiri di depan cewe ya lumayan cantiklah dengan rambut panjang terurai. 20 menit aku masih biasa aja berdiri di depan dia, tapi tiba-tiba aku liat sesuatu merayap-rayap dari rambutnya. Aku kepo dunk itu apaan sih, aku liatin terus dan ternyata itu KUTU!!! Aaaaagggghhh sontak aku langsung mundur beberapa centi. Aku terus perhatiin tuh kutu jangan sampe terbang kemana-mana. Lama aku terus perhatiin tiba-tiba kutunya bermultiplikasi jadi 2 sampe 3 aaaaggghhhh. Bener-bener salah posisi banget, mau pindah udah penuh, mau mundur juga ada orang. Ya udahlah terpaksa aku tetep disitu sambil perhatiin kutu-kutu tadi jangan sampe terbang. Huuuuffff.



Ada lagi cerita unik lainnya, pagi itu rasanya aku masih sangat mengantuk, mungkin efek tidur malem. Aku sengaja pergi lebih awal supaya bisa dapet duduk di kereta dan aku bisa tidur. Beruntung jalanan agak lenggang dan aku bisa datang sebelum kereta yang biasa aku naiki datang. Aku segera mencari posisi di pinggir supaya bisa sandaran dan bersiap tidur. Bogor sampai Depok sepertinya tanpa sadar aku tertidur pulas di kereta. Aku tidak mendengar apa-apa dan sempat bermimpi hahahahaha. Tapi sejenak aku terbangun. Dua ibu paruh baya di sebelahku asik ngobrol dengan suara keras, tertawa dan saling bercerita. What the..... hmmmmm aku langsung mengambil earphone dan memasang lagu agak kencang supaya suara ibu-ibu itu ga kedengaran. Tapi mereka lebih dasyat, kayanya pake speaker deh tuh ngobrolnya :(. Dan pagi itu aku tidak jadi tidur pulas dan bekerja dengan mata sembab.



Baru-baru ini nih hot issue seputar perkereta apian adalah bencana longsor di sekitar daerah Cilebut – Bojong Gede. Entah karena usia rel yang usang atau karena faktor alam alias hujan besar sepanjang hari di Bogor atau karena daerah itu rawan longsor, alhasil jalur kereta Bogor – Bojong ga bisa dilalui. Dan efeknya para roker Bogor dan Cilebut sengsara. Terlantar begitu saja tanpa ada kereta pulang. Yang lebih ajaibnya pihak KAI mengistimasi waktu perbaikan rel yang terputus itu kira-kira 1 bulan. Hik hik hik hik hik :’(.



So, setiap pagi kalau mau pergi dan pulang kerja harus dari Bojong Gede. Lagi-lagi penderitaan belum berakhir, cari angkutan ke Bojong juga perlu perjuangan, bermacet-macet ria, berebut dengan roker lain yang sama menderitanya, belum lagi ongkos yang lebih mahal. Begitulah keseharian yang dialami para roker asal Bogor dan sekitarnya selama kurang lebih 3 minggu. Udah terbiasa pulang diatas jam 10 malam, sampai satpam rumah juga udah hafal aku pulang malam terus :D.



Ya menjadi roker adalah pilihan, dan aku harus siap dengan semua resiko yang terjadi. Namun, aku belajar banyak hal dari situ, aku belajar tentang sekolah kehidupan. Ada aja cerita berbeda setiap harinya dan kayanya aku sudah hampir hafal alias terbiasa. Tapi menyenangkan juga karena dari semua yang terjadi itu aku belajar banyak hal. Aku belajar untuk sabar (ga marah waktu kaki keinjek atau kepala kena sikut atau kedorong-dorong), belajar untuk berbagi (ngalah sama ibu hamil, anak kecil, orang tua), belajar untuk mengendalikan emosi (waktu mulai tercium bau-bau aneh alias bau ketek atau kentut atau sejenisnya hahahahaha), belajar untuk pasrah dan berharap (waktu kereta tiba-tiba berhenti di tengah jalan tanpa penjelasan kenapa dan kepastian sampai kapan), dll.



Apapun yang sudah terjadi kita ambil positifnya aja dan jadikan itu pengalaman yang menarik. Menyesal dan mengeluh ga menjadikan keadaan lebih baik juga, yang terpenting adalah respon kita. So, apapun yang terjadi aku tetap memilih menjadi roker mania dan ga berpikir untuk berpindah cari alternatif angkutan lain. Soalnya udah akrab dan jadi soulmate kereta sih hehehehehehe….



Ini ceritaku, apa ceritamu? :)

Tuesday, October 2, 2012

A Real Strong Woman


"A strong women is one who feels deeply and loves fiercely. Her tears flow just as abudantly as her laughter.
A strong woman is both soft and powerful. She is both practical and spiritual.
A strong woman in her essence is a gift to all the world."





She was a beautiful woman. 
She's interesting.
She has a good-hearted.
No one like her.
In her grief, she showed a smile.
In her doubt, she showed a faith.
In her abundance, she showed simplicity.
She's good to hide her pain in every laughter.
Not to be someone else, but to show she's a strong woman.
An independent woman. 

Now I know, I understand a real strong woman is you, Mom.



Wednesday, September 26, 2012

Akibat Ke - KEPO - an


Siapa bilang kepo alias selalu mau tau itu negatif terus-terusan? Tergantung juga sih kepo dalam hal apa. Kalau kepo masalah orang lain yang ada ujungnya adalah bergosip, itu yang bikin negatif karena secara ga sadar kita jadi berasumsi bahkan bisa membenci orang tertentu. Tapi kalau kepo tentang hal-hal aspek-aspek kehidupan ya itu mah ga masalah kan.

Aku termasuk salah satu orang kepo. Dari kecil kata mama udah keliatan keponya. Mau tau ini, mau tau itu, coba yang ini, coba yang itu, tanya ini, tanya itu, sampe pusing. Aku juga termasuk anak yang aktif waktu masuk taman kanak-kanak, terbukti mama juga ikut aktif dipanggil wali guru karena aku sering berantem sama teman-teman satu kelas gara-gara aku kepo mereka lagi main apa dan aku rebut mainannya hahahahaha.

Usia bertambah tapi kekepoan ga ilang juga. Malah makin parah sampe mengarah kepo yang negatif. Itu karena salah pergaulan juga sih dan terlalu banyak ikut campur urusan orang. Akhirnya karena tau itu ga bener aku stop buat kepo yang begitu-begitu. Ga ada gunanya juga malah makin nambah musuh dan dijauhin orang.

Seiring berjalannya waktu, kekepoan aku juga semakin mengarah yang positif. Aku terus mengendalikan diri buat kepoin orang lain dan coba mengalihkan diri dengan kekepoan jenis lain. Jaman juga makin canggih jadi aku bisa kepo tentang banyak hal dimana aja. Aku mulai aktif ikut forum di dunia maya, dan aku juga punya website pribadi sebagai media untuk aku bisa menumpahkan ide dan sharing pengalaman hidup - ya meskipun begitu ada aja orang yang salah paham dengan tulisan-tulisan disana, mungkin masih belum mengerti kebebasan inspirasi dalam dunia tulis menulis itu seperti apa.

Kekepoan itu berlanjut ke hal yang lebih besar. Karena keterlibatan aku dalam berbagai forum dan diskusi, aku jadi ya sedikitnya update apa yang jadi trend topic saat ini. Nah dari kekepoan itu juga aku banyak melahirkan ide-ide dan membuat aku berpikir kreatif. Hal-hal yang aku kepoin itu menyangkut masalah info-info kesehatan, makanan, seputar hewan piaraan, properti, ngerti sedikit dunia politik, dll deh pokonya selama masih bisa aku kepoin :D.

Selain itu manfaat yang udah aku rasain adalah aku ga gampang diboongin orang dan ga dianggap si cupu yang ga tau apa-apa. Satu pengalaman menarik juga akibat kekepoan itu aku dicap sebagai orang yang diluar dugaan. Bawaan lahir boleh pendiam, tapi diam-diam menghanyutkan juga kan :D. Akhirnya banyak orang yang bertanya pendapat dan ide.

So masih berpikir kepo itu bahaya? Ga juga kan ternyata. Teruslah kepo dalam hal positif. Karena dari kekepoanmu yang positif itu kamu bisa membantu orang lain dalam menyelesaikan masalah mereka atau sekedar memberi masukan dan ide pada orang lain. 

Friday, September 14, 2012

Moving Forward

Two days ago, when I looking for some quote by Paulo Coleho in forum, I was not purposive to read a note, making by someone in Phillipine, Mie Ma’rem Anoos in her facebook.
I like her ways to relate the quotes with her love journey. Simply words but meaningful.

All of the quotes in this note were written by Paulo Coelho in his several books.
Enjoy your read J


I got this from other forum.. I can really relate to this quote...

“What's sad about loving somebody? it's when your not good enough
 because somebody else occupies his mind and his heartand you know you can't compete with that.”

sometimes we say goodbye to the one we love
without wanting to..
but it doesn't mean we stop loving and caring..
coz sometimes, goodbye is a painful way of saying
I love you..

pag nagmahal, minsan masaya..pero mas madalas masakit..tapos tatawagin ka pang tanga ng iba..kasi sinaktan ka na, sinasabi mo pa, "panu xa?"di mo ba naisip?ikaw, panu ka?

“Just because my eyes don't tear doesn't mean my heart doesn't cry.. and just because I come out strong doesn't mean there's nothing wrong.. often, I choose to pretend I'm happy soI don't have to explain myself to people who will never understand..smiling has always been easier than explaining why I'm sad.”

there are hopeless romantics..
in my case, I'm a hopeless dreamer
coz everytime I see you,
I'm reminded of my hopeless dream..

“Setting someone free is the hardest thing to do. but it's not the tears you cried that makes it so hard. it's the small piece of hope left inside your heart that someday you'll still end up together.”

love changed me.. the way I think, the way I act,
the way I decide..
sometimes, I even go against my principles
and beliefs in life..
loving doesn't mean I'll always be happy..
sometimes, all it provides me is pain and misery..
yet I was blinded by strong emotions
that I failed to see reality..
sometimes, letting go is the answer..
it hurts like hell, but I will soon realize that
it's better to see the person I love to be happy with someone else than to be lonely with me..

“How could you probably be friends with someone when every time you look at that person you want to slap his face and shout: "stop smiling, your stealing my heart.."

ever had the feeling, you attempt and fight hard
to take someone off your mind and off your life
but each time you're in that person's presence..
you just can't help but fall..

“There are things in life that you can't hold on forever, no matter how hard you fight for it. sometimes destiny isn't always good, it becomes playful. when you met someone you learned to love,you thought it was destiny who made your paths cross. but what if making your paths cross is just a part of hate game that the playful destiny creates? making you realize in the end that the person you thought was destined for you wasn't really meant to stay. but is only destined to make you feel loved and leave you when you've already fallen.”

mahirap tanggapin na may mahal na siyang iba..mahirap umasang balang araw babalik siya..kahit mahirap.. kahit masakit..pilit pa rin akong naghihintaykahit siya na ang nagsasabing wala ng pag-asa..

I'm holding on to the thought that you're not mine anymore..
coz I know you already love someone else..
I'm gonna look at you in the eye, smile and say,
"you're not mine anymore.."
then walk away, turn around the last second and say,
"but I wish you were.."

“Loving isn't what we see but what we feel. not how we listened but how we understand. not how we forget but how we forgive. loving is holding on even when the pain dares you to let go.”

I didn't even asked him to love me..
all I wanted was a friendship to last a lifetime..
still he chose to be a stranger,
leaving soon after he captured my heart..

kahit ilang beses pa akong magpaalam sa kanya,babalik at babalik pa rin ako..dahil hindi ko naman talaga kayang mawala siya..isang hakbang ko lang palayo sa kanya, di ko na kaya..paano pa kaya kung mawala siya ng tuluyan?..

"If pain must come, may it come quickly.”

becuase I have a life to live and I need to live it in the best way possible.
if he has to make a choice, may he make it now.. then i will either wait for him or forget him..

“Waiting is painful, forgetting is painful, but not knowing which to do is the worst kind of suffering."


I cant imagine life without him, when in reality I have lived a wonderful life before I knew him..
this is my reality for now..
living in that bitter sweet truth that there is no part of him that I can call mine..
everyday I soak myself with reasons to forget him..
everyday I lie..
everyday I try to find strength to get me through..
and yet, everyday I die..
I wasn't aware that he came only to love me for a while..
I was aiming to be with him forever but he's not willing to work it all out.. it hurts too much but all I can do is watch him go away.. and that's the end of it..
there goes my forever.. there goes my life..
I know he's gone but holding on to him has became my way to keep me alive..
Many thanks for Mie Ma’rem Anoos for this note :)